Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bekasi untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/01/2025). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan tepat sasaran dan berkualitas di daerah.
Dalam agenda tersebut, Zulkifli Hasan mendatangi sejumlah titik strategis, di antaranya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duren Jaya 4, Karya Guna 2 Kampus A, SMAN 18 Kota Bekasi, serta SMAN 8 Kota Bekasi. Peninjauan dilakukan bersama Wakil Wali Kota Bekasi beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap implementasi MBG di tingkat lokal.
Selama kunjungan, Menko Pangan meninjau langsung proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga distribusi kepada para siswa. Ia juga berdialog dengan pengelola SPPG dan pihak sekolah guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait kesiapan sarana, standar gizi, serta tantangan pelaksanaan di lapangan.
“Program ini bukan hanya soal pembagian makanan. Yang paling penting adalah memastikan kandungan gizinya sesuai standar, aman dikonsumsi, dan benar-benar tepat sasaran,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kedisiplinan pelaksanaan dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pengelola, serta satuan pendidikan. Ia berharap Kota Bekasi dapat menjadi contoh pelaksanaan MBG yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Usai meninjau program MBG, Zulkifli Hasan melanjutkan agenda dengan mengecek langsung lokasi pengelolaan sampah di kawasan Bantar Gebang, mulai dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hingga Polder Ciketing Udik. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi.
Dalam kesempatan itu, Menko Pangan menegaskan pentingnya penentuan prioritas penanganan sampah secara tegas dan cepat. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa terus dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Masyarakat tidak bisa terus menunggu. Kalau terlambat ditangani, persoalannya justru akan semakin besar,” tegasnya.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa Bekasi memiliki peluang besar untuk melakukan lompatan dalam pengelolaan sampah modern. Ia mencontohkan praktik di sejumlah negara, seperti Tiongkok, yang mampu mengelola sampah di tengah kota dan kawasan elit tanpa bau atau zero odor melalui pemanfaatan teknologi canggih, termasuk penanganan mikroplastik.
“Pengelolaan sampah di tengah kota tanpa bau itu bisa dilakukan. Infrastruktur dasar seperti air dan lingkungan sudah ada di Bekasi, teknologinya juga tersedia. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen, semangat, dan keberanian untuk mempercepat proses,” kata Tri.
Ia menyoroti proses administrasi yang selama ini memakan waktu bertahun-tahun, padahal jika disederhanakan dapat dipangkas menjadi hitungan bulan. Dengan percepatan tersebut, Tri optimistis Kota Bekasi mampu menjadi daerah terdepan dalam pengelolaan sampah yang bersih, cepat, dan berkelanjutan.
“Yang paling penting itu prioritasnya harus jelas. Kalau kita serius, hitungan tahun bisa kita pangkas jadi hitungan bulan. Bekasi siap melangkah lebih maju,” pungkas Tri. (Red)









