Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menggelar talkshow bersama generasi muda bertajuk “Waspada LGBTQ” di Kantor MUI Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum edukasi dan dialog untuk membahas perkembangan perilaku seksual, pengaruh lingkungan, peran keluarga, serta tantangan pembinaan moral dan psikologis generasi muda di tengah perubahan sosial.
Talkshow dihadiri Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj dan menghadirkan Ny. Wahyuningsih, M.Psi. sebagai pembicara. Pembahasan diarahkan tidak semata-mata pada persoalan individu, tetapi juga pada faktor keluarga, pergaulan, lingkungan sosial, serta pola komunikasi yang dapat memengaruhi perkembangan anak dan remaja.
Dalam forum tersebut, peserta diajak melihat persoalan secara lebih komprehensif, khususnya terkait pentingnya memberikan pendampingan kepada anak dan generasi muda. Keluarga dinilai memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi yang terbuka, memberikan pendidikan yang sesuai usia, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Aspek psikologis juga menjadi perhatian. Pemahaman terhadap kondisi mental, cara berkomunikasi, serta pola pendampingan dinilai diperlukan agar persoalan yang dihadapi anak maupun remaja tidak ditangani dengan pendekatan yang justru memunculkan tekanan atau stigma.
MUI Kota Bekasi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkaitan dengan perkembangan generasi muda.
Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj mengatakan, lembaga keagamaan perlu membangun kesepahaman bersama dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan ulama dalam memberikan perhatian terhadap pembinaan moral generasi muda.
“Kita harus berpegang teguh bahwa Kota Bekasi sebagai Kota Patriot dan Agamis, tidak ada agama yang mengizinkan LGBTQ. Sungguh ini satu ancaman yang luar biasa bagi pengembangan moral dari anak-anak generasi muda kita. Maka, kita sebagai lembaga keagamaan memiliki satu prinsip yang ingin didukung oleh seluruh tokoh ormas dan ulama-ulama yang ada di Kota Bekasi,” ujar KH Saifuddin Siroj.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan yang digelar Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kota Bekasi. Namun, edukasi mengenai isu tersebut dinilai perlu ditempatkan dalam kerangka perlindungan anak, kesehatan psikologis, penguatan keluarga, serta pembinaan generasi muda.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial, anak-anak dan remaja menghadapi beragam konten serta pengaruh dari lingkungan digital maupun pergaulan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat peran orang tua semakin penting dalam melakukan pengawasan sekaligus membangun komunikasi yang sehat dengan anak.
Pendekatan dialog juga menjadi penting agar anak dan remaja memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi tanpa takut dihakimi. Dengan demikian, edukasi mengenai perilaku seksual, relasi sosial, nilai agama, dan kesehatan psikologis dapat diberikan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan usia.
MUI Kota Bekasi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat mendorong penguatan sinergi antarlembaga dalam membangun lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.
Keluarga, sekolah, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta pemerintah diharapkan memiliki peran yang saling melengkapi. Tujuannya, memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan, pendidikan, dan perlindungan yang memadai dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, MUI Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang edukasi dan dialog mengenai persoalan yang berkaitan dengan moral, keluarga, perkembangan psikologis, serta masa depan generasi muda di Kota Bekasi. (Red)










