Jakarta, sidikbangsa.com – PT PLN (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan penggunaan layanan Home Charging Services (HCS) atau pengisian daya kendaraan listrik di rumah sepanjang Semester I-2026. Hingga Juni 2026, sebanyak 21.865 pelanggan baru telah bergabung sebagai pengguna layanan tersebut, menandakan semakin tingginya adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Peningkatan jumlah pelanggan HCS menjadi indikator kuat bahwa kendaraan listrik kian diterima masyarakat, tidak hanya sebagai sarana transportasi ramah lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup modern yang efisien dan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan tren pertumbuhan pelanggan HCS mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang mudah diakses, praktis, dan andal.
“Meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia perlu didukung dengan layanan pengisian daya yang mudah, praktis, dan andal. PLN berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).
PLN mencatat, hingga akhir Juni 2026 jumlah pelanggan yang memanfaatkan layanan pengisian daya mandiri di rumah telah menembus 92 ribu pelanggan. Kehadiran layanan ini memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan listrik untuk melakukan pengisian daya secara efisien tanpa harus bergantung pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Tak hanya mendorong pertumbuhan pengguna kendaraan listrik, lonjakan pelanggan HCS juga berdampak langsung terhadap peningkatan konsumsi energi listrik nasional. Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengungkapkan bahwa sepanjang Semester I-2026 konsumsi listrik melalui layanan HCS mencapai 110,55 gigawatt hour (GWh).
Angka tersebut melonjak 93,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan akselerasi penggunaan kendaraan listrik yang semakin pesat di berbagai daerah.
“PLN melihat tren ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran kelistrikan dalam mendukung transformasi transportasi nasional. Kami akan terus meningkatkan kesiapan infrastruktur, memperluas akses layanan pengisian daya, dan menghadirkan inovasi agar ekosistem kendaraan listrik dapat tumbuh secara berkelanjutan,” kata Fahrur.
Sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional, PLN juga menghadirkan berbagai program insentif melalui layanan HCS Ultima. Program tersebut menawarkan harga khusus pemasangan Home Charging Services mulai dari Rp11,7 juta, bonus voucher listrik hingga Rp1,3 juta, serta diskon tarif listrik 30 persen untuk pengisian daya kendaraan listrik pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
Program promosi tersebut berlaku hingga 31 Desember 2026 dan dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
PLN optimistis tren pertumbuhan kendaraan listrik akan terus meningkat seiring bertambahnya pilihan kendaraan berbasis baterai di pasar domestik dan semakin luasnya infrastruktur pendukung yang tersedia.
“Berbagai program yang kami hadirkan merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Ke depan, PLN akan terus menghadirkan layanan pengisian daya yang andal dan inovatif guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia,” tutup Fahrur. (Red)










