Home / Nasional / Target 50 Besar Kota Global 2029, Pramono Anung Beberkan Strategi Besar Jakarta

Target 50 Besar Kota Global 2029, Pramono Anung Beberkan Strategi Besar Jakarta

Jakarta, sidikbangsa.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya membawa Jakarta menembus 50 besar Kota Global dunia pada 2029. Target ambisius itu disampaikannya usai menghadiri peluncuran Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Saat ini, peringkat Jakarta berada di posisi 71, naik dari sebelumnya 74. Pramono optimistis Jakarta bisa menembus peringkat di atas 60 pada 2026 sebagai pijakan menuju 50 besar kota global.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tiga pilar utama, yakni pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan ekosistem bisnis yang transparan dan terbuka. Menurut Pramono, kepercayaan investor menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang Jakarta.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kinerja Jakarta tetap stabil. Pada triwulan III 2025, ekonomi Jakarta tumbuh 4,96 persen (yoy). Realisasi investasi juga mencatatkan tren positif dengan nilai kumulatif US$16,9 miliar pada 2025, meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat transportasi publik melalui perluasan jaringan MRT, LRT, dan Transjakarta hingga Bodetabek. Upaya ini mengantarkan Jakarta menempati peringkat ke-17 dari 50 kota dunia dalam sistem transportasi publik versi survei Time Out 2025. Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) seperti Blok M Hub dan penyediaan hunian layak juga terus digenjot.

Di sektor investasi, Pemprov meluncurkan Jakarta Investment Master Plan 2025–2045, menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha, serta memberi insentif bagi investor berorientasi keberlanjutan. Inisiatif lain seperti Jakarta Investment Festival, Investment Project Ready-to-Offer, dan Jakarta Collaboration Fund diperkenalkan untuk memperkuat pembiayaan inovatif tanpa membebani APBD.

Pramono berharap forum IES mampu melahirkan kolaborasi konkret antara pemerintah, swasta, dan mitra pembangunan guna mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai kota global berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. (Redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *