Home / Budaya / Tahun Kuda Api Datang, Ini 10 Pantangan Imlek yang Dipercaya Bawa Hoki Sepanjang Tahun

Tahun Kuda Api Datang, Ini 10 Pantangan Imlek yang Dipercaya Bawa Hoki Sepanjang Tahun

Jakarta, sidikbangsa.com – Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini menandai masuknya Tahun Kuda Api dalam kalender China. Dalam astrologi Tionghoa, kuda melambangkan kecepatan, keberanian, dan semangat maju. Ketika berpadu dengan unsur api, energi tersebut diyakini makin kuat penuh ambisi dan dorongan besar namun juga berpotensi memicu sikap tergesa jika tak diimbangi kehati-hatian.

Selain identik dengan tradisi kumpul keluarga dan berbagi angpao, perayaan Tahun Baru Imlek juga lekat dengan sejumlah pantangan yang masih dijaga sebagian masyarakat. Tujuannya sederhana: membuka tahun dengan harapan baik dan menghindari hal-hal yang dipercaya bisa mengganggu keberuntungan.

Berikut 10 pantangan yang secara tradisional kerap dihindari saat Imlek:

1. Tidak menagih atau meminjam uang

Aktivitas utang-piutang dipercaya membawa sial dan membuat beban finansial “menempel” sepanjang tahun. Biasanya dihindari hingga hari ke-5.

2. Menjaga ucapan

Kata-kata bernada negatif seperti sakit, miskin, atau kematian dihindari agar suasana tetap positif dan penuh harapan.

3. Menghindari pertengkaran dan tangisan

Konflik dianggap merusak awal tahun. Jika anak kecil menangis, orang tua dianjurkan tidak memarahinya demi menjaga suasana baik.

4. Tidak menyapu atau membuang sampah

Menyapu diyakini sama dengan “membuang rezeki”. Jika terpaksa membersihkan, sampah biasanya disimpan dan dibuang setelah hari ke-5.

5. Tidak memberi berkah saat penerima masih tidur

Memberi hadiah atau angpao sebaiknya setelah penerima bangun, agar tidak dimaknai sebagai pertanda “terbaring” sepanjang tahun.

6. Menghindari minum obat (jika tidak mendesak)

Ada kepercayaan minum obat saat Imlek bisa menandakan sakit sepanjang tahun, meski kesehatan tetap harus diutamakan.

7. Tidak makan bubur

Bubur diasosiasikan dengan kemiskinan pada masa lalu, sehingga dihindari agar tidak memulai tahun dengan simbol kekurangan.

8. Tidak mengunjungi keluarga pihak istri di hari pertama

Secara tradisi, istri merayakan Imlek bersama keluarga suami. Kunjungan ke orang tua biasanya dilakukan pada hari kedua.

9. Menghindari benda tajam

Gunting, pisau, atau jarum dipercaya bisa “memotong” rezeki dan keberuntungan. Karena itu, potong rambut kerap ditunda.

10. Tidak memberi hadiah tertentu seperti jam dan payung

Jam dikaitkan dengan makna perpisahan atau kematian, sedangkan payung dipercaya dapat membawa energi buruk.

Di balik ragam pantangan tersebut, makna utamanya tetap sama: menjaga harmoni, harapan, dan semangat baru dalam menyambut tahun yang diyakini penuh energi ini. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *