Kabupaten Bekasi, sidikbangsa.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi turut terdampak banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi pada Kamis, 29 Januari 2026. Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu meluapnya aliran sungai, sehingga merendam sedikitnya 41 desa di 13 kecamatan, termasuk kawasan rumah sakit yang berada di wilayah dataran rendah.
Akibat banjir tersebut, sejumlah fasilitas publik mengalami gangguan, salah satunya layanan kesehatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Genangan air dilaporkan masuk hingga area parkir dan akses utama rumah sakit, dengan ketinggian mencapai beberapa puluh sentimeter. Kondisi ini menyebabkan mobilitas pasien, tenaga medis, hingga ambulans terganggu.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat banjir masih meluas di sejumlah titik wilayah administratif setempat. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat, termasuk penyedotan air di lokasi-lokasi genangan utama.
Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Yulia Hartono, mengatakan manajemen rumah sakit telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, khususnya untuk kasus kegawatdaruratan.
“Kami menyiagakan tim medis dan memastikan pelayanan gawat darurat tetap berjalan. Namun, beberapa layanan rawat jalan mengalami keterlambatan karena akses menuju rumah sakit terendam,” ujar dr. Yulia kepada wartawan, Kamis (29/1/2026) siang.
Selain itu, pihak rumah sakit juga mengerahkan sebagian tenaga kesehatan untuk melakukan evakuasi internal serta mengamankan peralatan medis agar tidak rusak akibat genangan air.
“Upaya evakuasi dan pengamanan peralatan medis menjadi prioritas kami sejak pagi tadi,” tambahnya.
Hingga Kamis sore, BPBD Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait masih bersiaga di lapangan. Meski belum ada laporan korban jiwa, sejumlah pasien dan pengunjung dilaporkan mengalami kesulitan mengakses layanan rumah sakit akibat banjir yang belum sepenuhnya surut.
Secara umum, kondisi Kabupaten Bekasi masih berada dalam status siaga banjir menyusul hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah rawan genangan dan bantaran sungai. (Red)









