Oleh : Pahala Pasaribu (Pemred)
Pulau Sumatera merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang serta kekayaan budaya yang luar biasa. Dalam catatan sejarah dan tradisi lisan, Pulau Sumatera dahulu dikenal dengan nama Pulau Andalas. Nama ini dipercaya berasal dari Kerajaan Sumatera, sebuah kerajaan tua yang terletak di pesisir timur Aceh. Kerajaan tersebut memiliki peran penting dalam jalur perdagangan dan penyebaran budaya di kawasan Nusantara.
Seiring berjalannya waktu, nama Pulau Andalas kemudian berubah menjadi Sumatera. Perubahan nama ini diyakini berkaitan erat dengan kemunculan Kesultanan Samudera Pasai di Aceh, salah satu kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Kata Sumatera dipercaya berasal dari kata “Samudra”, yang merujuk pada Samudera Pasai, sekaligus menggambarkan letaknya yang strategis di jalur pelayaran samudra internasional. Dari sinilah nama Sumatera dikenal luas oleh para pedagang dan penjelajah asing.
Keberagaman Suku dan Budaya
Pulau Sumatera dihuni oleh beragam suku bangsa yang memiliki bahasa, adat istiadat, serta kesenian yang khas. Keberagaman ini menjadi salah satu kekayaan utama Pulau Sumatera.
• Suku Aceh mendiami wilayah paling utara Sumatera. Suku ini dikenal dengan nilai-nilai keislaman yang kuat serta kesenian tradisional seperti Tari Saman dan Tari Seudati yang sarat makna kebersamaan dan dakwah.
• Suku Batak mendiami wilayah Sumatera Utara dan terdiri dari beberapa sub-suku, antara lain Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan Mandailing. Suku Batak dikenal dengan sistem marga, adat yang kuat, serta musik tradisional yang khas.
• Suku Minangkabau yang mendiami Sumatera Barat terkenal dengan sistem kekerabatan matrilineal, di mana garis keturunan ditarik dari pihak ibu. Budaya merantau dan rumah adat Rumah Gadang menjadi ciri khasnya.
• Suku Melayu mendiami wilayah pesisir timur Sumatera, seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Suku Melayu memiliki tradisi sastra, adat istiadat, serta nilai sopan santun yang kental dalam kehidupan sehari-hari.
• Suku Rejang berasal dari Bengkulu dan memiliki bahasa serta tradisi adat yang unik, termasuk sistem hukum adat yang masih dijaga hingga kini.
• Suku Ogan mendiami wilayah Sumatera Selatan dan memiliki budaya serta bahasa sendiri yang diwariskan secara turun-temurun.
• Suku Lampung mendiami Provinsi Lampung dan dikenal dengan sistem adat Sai Batin dan Pepadun, serta kain tapis sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.
• Suku Nias mendiami Pulau Nias di lepas pantai Sumatera Utara. Suku ini terkenal dengan tradisi lompat batu (fahombo) dan arsitektur rumah adat yang khas.
• Suku Bangka dan Belitung mendiami Kepulauan Bangka Belitung dan memiliki budaya maritim yang kuat, dipengaruhi oleh kehidupan pesisir dan pertambangan timah.
• Suku Mentawai mendiami Kepulauan Mentawai dan dikenal dengan budaya tradisional yang masih sangat terjaga, termasuk tato tradisional dan kehidupan yang selaras dengan alam.
Pembagian Wilayah Administratif
Saat ini, Pulau Sumatera secara administratif terbagi menjadi 10 provinsi, yaitu:1. Aceh 2. Sumatera Utara 3. Sumatera Barat 4. Riau 5. Jambi 6. Bengkulu 7. Sumatera Selatan 8. Lampung 9. Kepulauan Riau 10. Kepulauan Bangka Belitung
Masing-masing provinsi memiliki karakteristik geografis, budaya, dan potensi alam yang berbeda-beda, mulai dari pegunungan, hutan tropis, sungai besar, hingga wilayah pesisir dan kepulauan.
Penutup
Pulau Sumatera bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dan keberagaman budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia. Dari nama Pulau Andalas hingga dikenal sebagai Sumatera, dari kerajaan-kerajaan besar hingga masyarakat adat yang masih bertahan, Sumatera adalah cerminan keberagaman yang hidup dan terus berkembang hingga kini. ***
NB/ Kurang lebihnya, melalui tulisan ini saya minta maaf








