Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga Kota Bekasi bergerak cepat menangani kerusakan jalan berlubang di sejumlah titik rawan kecelakaan. Perbaikan dilakukan di ruas Jalan Cipendawa, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, hingga kawasan Pos Polisi Komsen dan kolong jembatan, menyusul derasnya aduan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
Anggota Tim URC Bina Marga Kota Bekasi, Dimas Prasetyo, mengatakan perbaikan jalan telah dimulai sejak dua hari lalu dan dikerjakan secara simultan di beberapa titik kerusakan.
“Dua hari yang lalu sudah mulai dikerjakan, dan pengerjaannya bareng dari sana ke sini,” ujar Dimas saat ditemui di lokasi, Sabtu (31/1/2026).
Meski demikian, Dimas mengakui penanganan belum sepenuhnya rampung lantaran keterbatasan material aspal yang tersedia.
“Baru sebagian yang dikerjakan, karena material kemarin itu cuma 20 ton,” jelasnya.
Menurutnya, tim URC menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan lubang-lubang besar yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua.
“Jadi kita cicil dulu sebagiannya, nanti baru kita kerjakan lagi semuanya,” ucapnya.
Sebelum perbaikan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk memetakan titik-titik kerusakan jalan.
“Ada tim surveinya,” kata Dimas.
Namun, kondisi kerusakan jalan kerap berubah dalam waktu singkat, terutama akibat faktor cuaca. Intensitas hujan tinggi disebut menjadi penyebab utama lubang jalan semakin melebar dan bertambah parah.
“Kadang hari ini kita survei, besok lubangnya nambah lebar lagi. Karena hujan, airnya menggenang, jadi aspal patah dan hancur,” ungkapnya.
Dimas menargetkan perbaikan jalan dari kawasan Pos Polisi Komsen hingga ujung Pendawai dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Targetnya sampai tanggal 3 sudah selesai,” pungkasnya.
Sementara itu, Rizki Handoko (30), warga Kelurahan Bojong Menteng, mengapresiasi respons cepat Tim URC Bina Marga Kota Bekasi dalam menangani kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
“Saya sebagai warga sangat berterima kasih sekali terhadap tim URC Bina Marga Kota Bekasi yang merespons cepat,” ujarnya.
Meski begitu, Rizki menyayangkan pola penanganan jalan rusak yang menurutnya kerap baru dilakukan setelah mendapat perhatian luas dari publik.
“Yang saya sayangkan, kenapa harus viral dulu baru diperbaiki,” katanya.
Kendati demikian, ia menilai langkah perbaikan tetap patut diapresiasi selama ada tindak lanjut nyata di lapangan.
“Tapi enggak apa-apa, viral dulu baru diperbaiki juga enggak apa-apa. Daripada viral tapi tidak terjadi apa-apa, itu yang lebih bahaya,” tegasnya. (Red)









