Jakarta, sidikbangsa.com – Warga DKI Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan yang diperkirakan masih akan mengguyur Ibu Kota pada malam hari ini, Sabtu (24/1/2026). Peringatan tersebut disampaikan melalui laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mengutip prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memprediksi, sebagian besar wilayah Jakarta akan mengalami hujan dengan intensitas ringan sepanjang akhir pekan ini. Suhu udara di Jakarta hari ini diperkirakan berada pada kisaran 22 hingga 29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban udara cukup tinggi, yakni sekitar 71 hingga 96 persen. Pada Sabtu siang, kondisi cuaca di wilayah Jakarta secara umum dilaporkan berawan.
Secara rinci, pada pagi hari cuaca hujan ringan diprakirakan terjadi di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Sementara wilayah Kepulauan Seribu diperkirakan berawan.
Memasuki siang hari, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi diselimuti awan, kecuali Jakarta Selatan yang berpotensi diguyur hujan ringan.
Sedangkan pada sore hingga malam hari, hujan ringan diperkirakan akan terjadi di hampir seluruh wilayah Jakarta, dengan pengecualian Jakarta Selatan yang diprakirakan berawan.
Di tengah potensi hujan tersebut, kondisi genangan air akibat hujan sebelumnya masih terjadi di sejumlah wilayah Ibu Kota. Mengutip unggahan resmi akun Instagram Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 90 RT dan 10 ruas jalan masih terdampak genangan dengan ketinggian air yang bervariasi.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah yang masih tergenang.
Data BPBD mencatat, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan genangan terbanyak, yakni mencapai 51 RT.
Genangan tersebut tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Jelambar, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, Meruya Selatan, hingga Joglo.
Ketinggian air di Jakarta Barat berkisar antara 15 sentimeter hingga 120 sentimeter, dengan kondisi terparah dilaporkan terjadi di beberapa titik di Kelurahan Rawa Buaya dan Duri Kosambi.
Sementara itu, di Jakarta Selatan tercatat terdapat 7 RT yang terdampak genangan, masing-masing berada di Kelurahan Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru. Ketinggian air di wilayah ini terbilang signifikan, bahkan di Pejaten Timur dilaporkan mencapai sekitar 210 sentimeter.
Di Jakarta Timur, genangan air merendam 25 RT yang tersebar di wilayah Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, dan Cipinang Melayu. Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 200 sentimeter di beberapa titik.Adapun di Jakarta Utara, genangan tercatat terjadi di 7 RT di Kelurahan Kapuk Muara, dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 75 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, genangan juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.
BPBD DKI Jakarta mencatat sedikitnya 10 ruas jalan masih tergenang air, di antaranya Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Gotong Royong Kapuk, Jalan Kapuk Bongkaran, Jalan Taman Kota, Jalan Strategi Raya Joglo, Jalan Pulo Indah Duri Kosambi, hingga Jalan Kembangan Raya. Ketinggian air di sejumlah ruas jalan tersebut rata-rata berada pada kisaran 10 hingga 30 sentimeter, meskipun enam lokasi lainnya dilaporkan mulai surut.
Dalam upaya penanganan genangan dan bantuan kepada warga terdampak, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan genangan air, normalisasi saluran, serta memastikan sistem drainase berfungsi optimal. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa penanganan banjir.
Sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan dan saat ini menampung warga terdampak di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
Di Jakarta Barat, pengungsian tersebar di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, pengungsi menempati Masjid Jami Al Khaeer (11 KK/28 jiwa), Masjid Jami Al Fudholah RT 01 RW 08 (13 KK/60 jiwa), Masjid Muhajirin (3 KK/48 jiwa), PAUD Nusantara (3 KK/48 jiwa), Pos RW 002 (4 KK/49 jiwa), serta Musholla Nurul Ikhsan (14 KK/24 jiwa).
Di Kelurahan Rawa Buaya, pengungsian berada di Masjid Baitul Rahman (45 KK/177 jiwa) dan Masjid Hidayatussalam (3 KK/9 jiwa).
Sementara di Kelurahan Jelambar, pengungsi menempati Musholla At Taqwa (15 KK/67 jiwa) dan Masjid Nurul Islam (5 KK/10 jiwa).
Di Kelurahan Kedoya Selatan, pengungsian berada di Musholla Al Hijrah (5 KK/10 jiwa), Kantor Kelurahan Kedoya Selatan (31 KK/115 jiwa), serta Aula RT 011 RW 005 (6 KK/14 jiwa).
Pengungsian juga terdapat di Kelurahan Kembangan Selatan di Majlis Daarul Muhyi (15 KK/60 jiwa) dan di Kelurahan Kembangan Utara di Masjid Jami Al Ikhlas (11 KK/30 jiwa).
Selain itu, di Kelurahan Meruya Selatan, pengungsi tinggal di rumah warga sekitar Musholla Al Jihad (16 KK/57 jiwa), serta di Kelurahan Kota Bambu Selatan terdapat pengungsian di Rusunawa KS Tubun yang menampung 20 KK atau 65 jiwa.
Di Jakarta Pusat, pengungsian berada di Kelurahan Karet Tengsin, tepatnya di RPTRA Segas RW 06 (60 jiwa), RPTRA Intiland RW 07 (38 jiwa), Aula Masjid Muhajirin RW 07 (68 jiwa), PAUD Nusantara RW 07 (78 jiwa), serta Pos RW 02 (12 jiwa).
Sementara itu, di Jakarta Timur, pengungsian tersebar di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Cipinang Melayu, pengungsi menempati Masjid Al Muqorrobin dengan jumlah 65 KK atau 200 jiwa. Di Kelurahan Halim Perdana Kusuma, pengungsian berada di Aula Kantor Kelurahan Halim Perdana Kusuma (22 KK/89 jiwa) serta Masjid At Taubah (30 KK/120 jiwa). Sedangkan di Kelurahan Cawang, pengungsi menempati Musholla Al Islah dengan jumlah 15 KK atau 60 jiwa.
Adapun di Jakarta Utara, lokasi pengungsian berada di Kelurahan Kapuk Muara, tepatnya di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, yang menampung 25 KK atau 97 jiwa.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat sejumlah wilayah yang dilaporkan telah mengalami surut genangan, di antaranya Kelurahan Sukabumi Utara (1 RT), Tanjung Barat (2 RT), Cipulir (1 RT), Duren Tiga (1 RT), serta Cipinang Muara (2 RT). (Red)









