“Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah; warga diminta waspada banjir dan longsor.”
Jakarta, sidikbangsa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama 21–23 Februari 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Informasi ini disampaikan melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial dan aplikasi Info BMKG.
Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah. Peringatan dini ini diterbitkan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi kami agar potensi dampak dapat diminimalkan,” tulis BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg, Sabtu (21/2/2026).
Rincian Wilayah Terdampak
Pada 21 Februari 2026, sejumlah wilayah berstatus Siaga hujan lebat hingga sangat lebat, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, serta wilayah di Papua bagian tengah dan pegunungan.
Sementara itu, peringatan dini angin kencang juga berlaku untuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, NTT, dan Sulawesi Selatan.
Memasuki 22 Februari 2026, status Siaga meluas ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, serta Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Adapun sejumlah provinsi lain berada pada level Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Pada 23 Februari 2026, status Siaga diprediksi terjadi di Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, serta Kalimantan Barat. Meski demikian, BMKG menyatakan belum ada wilayah yang berstatus Awas atau berpotensi hujan ekstrem.
Kabupaten/Kota Berstatus Siaga
BMKG juga merinci sejumlah kabupaten/kota yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat, di antaranya:
Jawa Barat: Depok, Cianjur, Bandung, Garut, Kuningan, Tasikmalaya
Jawa Tengah: Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Semarang, Boyolali, Jepara, Brebes
Banten: Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan
DKI Jakarta: Jakarta Barat, Utara, Timur, dan Selatan
NTT: Manggarai Raya, Ende, Flores Timur, Alor, Kupang, Rote Ndao, Sumba Barat dan Timur
Papua Tengah & Papua Pegunungan: Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Puncak, Intan Jaya, Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Tolikara, Yahukimo
Bengkulu: Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Seluma
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Warga diminta memastikan saluran air tidak tersumbat, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta menunda aktivitas luar ruangan saat hujan deras disertai petir.
Perkembangan kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak yang lebih luas. (Red)









