Jakarta, sidikbangsa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jabodetabek pada 12–13 Februari 2026. Hujan berintensitas lebat yang berpotensi disertai kilat dan angin kencang diprediksi melanda sejumlah daerah akibat meningkatnya aktivitas dinamika atmosfer di wilayah Jawa bagian Barat.
Berdasarkan analisis atmosfer terbaru, penguatan sistem cuaca di sekitar Jawa Barat memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Kondisi ini meningkatkan potensi curah hujan tinggi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam dua hari ke depan.
Wilayah Berstatus “Waspada”
BMKG mengategorikan sejumlah daerah dalam status Waspada terhadap dampak hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
DKI Jakarta:
Seluruh wilayah administratif – Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur.
Jawa Barat:
Bogor, Depok, Bekasi (Kota dan Kabupaten).
Banten:
Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan).
Wilayah dataran rendah di Jakarta dan Bekasi berpotensi mengalami genangan hingga banjir, sementara daerah perbukitan dan lereng di Bogor perlu mewaspadai ancaman tanah longsor.
Potensi Dampak yang Perlu Diantisipasi
1. Cuaca ekstrem ini dapat memicu sejumlah risiko, antara lain:
2. Genangan dan banjir di kawasan rawan.
3. Tanah longsor di wilayah lereng dan perbukitan.
4. Pohon tumbang akibat angin kencang.
Jalan licin serta berkurangnya jarak pandang bagi pengendara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara diminta berhati-hati terhadap jalanan licin dan potensi pohon tumbang, sementara warga di bantaran sungai diingatkan untuk memantau debit air secara berkala.
Pemda Diminta Siaga
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir, seperti pompa stasioner, pintu air, serta sistem drainase agar berfungsi optimal selama periode peringatan dini berlangsung.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal media sosial resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat dan tiba-tiba.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 13 Februari 2026, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci meminimalisir dampak yang ditimbulkan. (Red)









