Home / Daerah / Aroma KKN Menguat di Balik Proyek Building Management Pemkot Bekasi

Aroma KKN Menguat di Balik Proyek Building Management Pemkot Bekasi

Kota Bekasi sidikbangsa.com – Dalam beberapa tahun terakhir, praktik Building Management (BM) di lingkungan pemerintahan daerah kian marak. Pelibatan pihak ketiga untuk urusan pemeliharaan gedung kerap diklaim lebih efisien, profesional, dan meringankan beban kerja instansi. Namun di balik narasi efisiensi tersebut, terselip aroma tak sedap. Harum semu profesionalisme itu justru diduga menutupi praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) yang mengalirkan “cuan” ke pihak-pihak tertentu.

Di Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Bekasi tercatat menenderkan enam paket besar kegiatan Building Management, yang proses lelangnya sudah dimulai sejak akhir 2025. Menariknya, seluruh paket tersebut hanya dimenangkan oleh dua perusahaan yang sama, dengan alamat yang nyaris identik.

Enam Paket BM Tahun 2026

Building Management Kantor Pemerintah Kota Bekasi 2026

Pemenang: PT Airkon Pratama. Alamat: Jl. KH. Guru Amin Km.17 No.5A, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Nilai kontrak: Rp24.083.909.618

Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor (BM) DPRD Kota Bekasi

Pemenang: Adhimukti Inti Indonesia. Alamat: Jl. KH. Guru Amin Km.17 No.5H Lantai 2, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Nilai kontrak: Rp6.502.597.765

Belanja Building Management Gedung Kantor Satpol PP

Pemenang: Adhimukti Inti Indonesia. Nilai kontrak: Rp4.682.742.000

Building Management RSUD CAM, Pemenang: PT Airkon Pratama. Nilai kontrak: Rp29.595.423.072

Building Management Gedung Teknis Bersama (GTB) 2026

Pemenang: Adhimukti Inti Indonesia. Nilai kontrak: Rp8.215.481.200

Building Management Gedung Mako dan Gedung Sektor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi

Pemenang: Adhimukti Inti Indonesia. Nilai kontrak: Rp4.920.113.830. Pola Berulang Sejak 2025. Fenomena ini bukan terjadi sekali. Pada Tahun Anggaran 2025, kegiatan Building Management juga ditenderkan di akhir 2024. Dari lima paket yang dilelang, tiga di antaranya kembali dimenangkan oleh dua perusahaan yang sama.

Building Management Kantor Pemerintah Kota Bekasi 2025Pemenang: PT Airkon Pratama. Nilai kontrak: Rp22.380.800.000.

Belanja Jasa Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung Kantor (BM) DPRD

Pemenang: Adhimukti Inti Indonesia. Nilai kontrak: Rp5.969.729.000

Building Management Gedung Mako dan Gedung Sektor Damkar Kota BekasiPemenang: Adhimukti Inti Indonesia. Nilai kontrak: Rp4.407.625.000

Dengan demikian, dalam kurun dua tahun anggaran, sembilan paket besar Building Management dikuasai hanya oleh dua perusahaan:

Adhimukti Inti Indonesia: 6 paket. PT Airkon Pratama: 3 paket. Dugaan KKN Menguat

Aktivis LSM Indonesian MORALITY Watch (IMW), Marudut Tampubolon, menilai pola ini sebagai indikasi kuat praktik KKN.

“Aroma KKN dalam penetapan dua perusahaan ini sangat jelas tercium. Tidak perlu jadi pakar pengadaan barang dan jasa, secara kasat mata saja sudah terlihat,” ujar Marudut kepada BDS.

Ia menyoroti kesamaan alamat, bidang usaha yang sama, serta waktu pengerjaan yang beririsan, sebagai indikasi kuat bahwa proses lelang diduga telah dikondisikan sejak awal.

“Sejak proses awal sampai penetapan pemenang, dua perusahaan ini seolah sudah disiapkan untuk menang. Saya menduga kuat Pokja pengadaan ikut terlibat,” tegasnya.

Persoalan Legalitas Usaha

Lebih jauh, Marudut mempertanyakan kelayakan legal kedua perusahaan tersebut dalam mengerjakan proyek Building Management.

“Kedua perusahaan ini tercatat sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK), bukan perusahaan Building Management. Padahal syarat utama BM adalah memiliki KBLI 81100 – Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas,” jelasnya.

Menurutnya, jika merujuk pada regulasi pengadaan, kondisi ini semestinya menjadi alasan gugurnya peserta lelang sejak tahap evaluasi administrasi.

Pekerjaan BM Dipertanyakan

Marudut juga menyinggung minimnya dampak nyata dari pekerjaan Building Management di lapangan.

“Pekerjaan BM ini jarang tersentuh. Contohnya Gedung Teknis Bersama (GTB) yang ditempati tiga dinas teknis. Coba lihat langsung, apa saja pekerjaan pihak BM di sana?” katanya.

Sambil menunjukkan dokumentasi foto kondisi belakang Gedung Teknis Bersama, Marudut hanya tersenyum, seolah menegaskan bahwa antara nilai kontrak dan hasil pekerjaan tampak timpang. (Redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *