Home / Daerah / Krisis Air Bersih Meluas, Tujuh Kecamatan di Lebak Dilanda Kekeringan

Krisis Air Bersih Meluas, Tujuh Kecamatan di Lebak Dilanda Kekeringan

 

Lebak – Sidikbangsa.com – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Lebak, Banten, semakin meluas. Sedikitnya tujuh kecamatan kini terdampak kekeringan, menyebabkan ribuan warga kesulitan memperoleh air bersih karena sumur-sumur warga mengering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak terus memperluas distribusi bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dampak kemarau tidak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga mengganggu kebutuhan dasar warga seperti air minum, memasak, mencuci, dan sanitasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Suhada, mengatakan sebagian besar sumur warga di wilayah terdampak sudah tidak lagi mengeluarkan air akibat kemarau yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Di Kecamatan Sajira, bantuan air bersih diprioritaskan untuk Desa Sukajaya yang meliputi sejumlah kampung. Sebanyak 330 kepala keluarga atau 1.328 jiwa telah menerima distribusi 12.000 liter air bersih. Penyaluran berikutnya dijadwalkan ke Desa Mekarsari dan Desa Paja.

Di Kecamatan Curugbitung, Desa Lebakasih menjadi salah satu wilayah terdampak dengan 762 kepala keluarga atau 3.048 jiwa menerima bantuan sebanyak 18.000 liter air bersih.

Sementara itu, di Kecamatan Wanasalam, sebanyak 193 kepala keluarga atau 439 jiwa di Desa Muara memperoleh bantuan 12.000 liter air bersih. Wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar berada di Kecamatan Cilograng, yakni Desa Cikatomas dengan 1.496 kepala keluarga atau 4.461 jiwa, serta Desa Gunungbatu yang dihuni 918 kepala keluarga atau 3.026 jiwa. Masing-masing desa telah menerima distribusi 12.000 liter air bersih.

Distribusi bantuan juga dilakukan di Kecamatan Warunggunung dan Kecamatan Cimarga. Di sisi lain, Kecamatan Leuwidamar menjadi wilayah terbaru yang mulai mengalami krisis air bersih. BPBD masih melakukan pendataan untuk menentukan kebutuhan distribusi bantuan di wilayah tersebut.

BPBD Kabupaten Lebak memastikan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan secara bertahap selama musim kemarau berlangsung. Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air serta segera melaporkan jika mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

Meluasnya kekeringan di tujuh kecamatan menunjukkan dampak musim kemarau tahun ini semakin serius. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman krisis air bersih.(Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *