Jakarta, sidikbangsa.com – Juru Bicara DPP Partai Gerindra, Bahtra Banong, menyambut positif penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, Sudaryono merupakan sosok muda yang memiliki rekam jejak kinerja baik selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), sehingga dinilai memiliki kapasitas untuk membawa BGN menjadi lembaga yang lebih progresif. Sudaryono sebelumnya dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024. Kini, ia dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin BGN menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Bahtra menilai pengalaman Sudaryono di Kementerian Pertanian menjadi modal penting dalam mengelola program strategis nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Beliau orangnya saya pikir kerja-kerjanya juga bagus selama di Kementan. Dan beliau juga masih muda, tentu punya energi yang besar untuk mengurusi pengelolaan BGN ke depan,” kata Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia berharap kepemimpinan baru di BGN mampu menghadirkan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi tata kelola maupun efektivitas pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami berharap mudah-mudahan yang ditunjuk Presiden untuk mengurusi BGN ini bisa lebih progresif lagi dalam rangka pembenahan tata kelola, sehingga BGN ke depan semakin baik,” ujarnya. Sementara itu, usai resmi dilantik di Istana Negara, Sudaryono langsung menegaskan komitmennya menjalankan BGN secara profesional, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan. Ia membantah isu yang menyebut dirinya maupun keluarganya memiliki atau mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Program Makan Bergizi Gratis. “Enggak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan sebagainya,” tegas Sudaryono. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Program MBG agar berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Sudaryono menegaskan, dirinya tidak akan memberikan ruang sedikit pun terhadap praktik korupsi maupun penyimpangan dalam pengelolaan program.
“Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya. Zero toleransi untuk praktik-praktik korupsi, hengki-pengki, dan copet-copetan sebagaimana yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya. Menurut Sudaryono, integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah sebagai Kepala BGN. “Saya berkomitmen untuk bekerja sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya,” lanjutnya. Selain itu, Sudaryono memastikan BGN akan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, maupun laporan apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG. “Kalau ditemukan hal-hal yang janggal atau ada ide-ide baru, kami siap menerima masukan dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan,” ujarnya. Dengan kepemimpinan baru ini, pemerintah berharap Badan Gizi Nasional mampu memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga pelaksanaannya semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. (Red)





