Jakarta, sidikbangsa.com – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak tanpa batas waktu dan ruang, Kodam Jaya memilih memperkuat hubungan dengan insan pers sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas informasi publik. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi bersama puluhan jurnalis yang digelar di Aula Lapangan Tembak Faletehan Kodam Jaya, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momen perdana bagi Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya) yang baru, Letkol Arh Noor Iskak, untuk bertatap muka secara langsung dengan para wartawan dari 35 media televisi, cetak, dan online yang selama ini menjadi mitra pemberitaan Kodam Jaya.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan tersebut. Namun lebih dari sekadar ajang perkenalan, forum itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Letkol Arh Noor Iskak menegaskan bahwa Jakarta sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas nasional memiliki tingkat dinamika yang sangat tinggi. Setiap informasi yang muncul dan beredar di ruang publik dapat dengan cepat membentuk opini masyarakat serta memengaruhi situasi sosial dan keamanan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Di satu sisi, akses terhadap informasi menjadi semakin mudah dan cepat. Namun di sisi lain, tantangan berupa penyebaran informasi yang belum terverifikasi juga semakin besar.
“Di era digital sekarang, hampir semua orang bisa mengakses internet. Karena itu, informasi yang cepat dan tepat memiliki pengaruh besar terhadap situasi di masyarakat,” ujar Noor Iskak.
Ia menilai, kecepatan penyebaran informasi saat ini sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai. Akibatnya, berbagai informasi menyesatkan atau hoaks dapat dengan mudah menyebar dan memicu keresahan publik.
Kapendam Jaya mengingatkan bahwa hoaks bukan hanya persoalan informasi yang keliru, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas, mulai dari kesalahpahaman, konflik horizontal, hingga gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga marwah jurnalistik dengan mengedepankan prinsip verifikasi, akurasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi dalam setiap produk pemberitaan.
Menurut Noor Iskak, media memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk ruang publik yang sehat di tengah derasnya banjir informasi yang setiap hari membanjiri platform digital.
“Kami tidak ingin mengatur atau mengarahkan isi pemberitaan. Namun yang terpenting adalah informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar berdasarkan fakta. Jangan sampai hoaks yang meresahkan justru semakin meluas,” tegasnya.
Kehadiran perwakilan dari 35 media dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya hubungan antara institusi pertahanan dan media massa di era keterbukaan informasi. Bagi Kodam Jaya, media bukan hanya mitra publikasi kegiatan, melainkan juga mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang objektif dan kredibel.
Dalam kesempatan itu, Noor Iskak juga menyoroti eratnya sinergi yang selama ini terjalin antara Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan Polri akan semakin efektif apabila didukung oleh pemberitaan yang berimbang, edukatif, dan tidak memperkeruh situasi.
Ia menegaskan bahwa media memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi antara institusi negara dengan masyarakat. Dalam berbagai dinamika sosial, agenda politik, maupun tantangan keamanan yang muncul di kawasan metropolitan, informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan utama untuk mencegah kesimpangsiuran.
Silaturahmi tersebut juga menjadi sinyal kuat bahwa Kodam Jaya ingin membangun pola komunikasi yang lebih terbuka, adaptif, dan interaktif dengan insan pers. Ke depan, hubungan yang terjalin diharapkan tidak hanya terbatas pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih produktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Melalui sinergi antara TNI, Polri, dan media massa, Kodam Jaya optimistis ruang informasi publik dapat tetap terjaga dari berbagai bentuk disinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial.
“Ini baru tahap awal untuk saling mengenal. Kami berharap ke depan akan ada lebih banyak kegiatan yang interaktif sehingga sinergi antara TNI, Polri, dan media semakin kuat dalam menjaga Jakarta tetap aman, kondusif, dan informatif,” pungkas Noor Iskak. (Red)








