Oleh : Erlan Pasaribu/Br. Saragi Sidauruk
Suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan semangat persaudaraan mewarnai pelaksanaan acara Bona Taon sekaligus Periodisasi Pengurus Punguan Pasaribu Dohot Boruna (PPDB) yang digelar di Jakarta International Velodrome pada 24 Mei 2026. Kegiatan akbar keluarga besar marga Pasaribu tersebut berlangsung sangat meriah, khidmat, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh anggota yang hadir dari berbagai daerah.
Ribuan anggota keluarga besar PPDB tampak memadati arena acara dengan penuh antusias. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tahunan, Bona Taon kali ini juga menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi melalui pergantian kepengurusan periode 2026 mendatang. Kehangatan, kekompakan, dan rasa persaudaraan begitu terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.
Acara berlangsung semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan adat, ibadah syukur, hiburan, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus lama dan pelantikan pengurus baru. Nuansa adat Batak yang kental dipadukan dengan semangat modernisasi organisasi menjadikan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kekuatan persatuan keluarga besar Pasaribu Dohot Boruna.
Apresiasi besar disampaikan kepada Ketua Umum PPDB periode 2022–2026, Singal Pasaribu bersama seluruh jajaran pengurus yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, pengabdian, dan kerja nyata luar biasa selama memimpin organisasi.
Di bawah kepemimpinan Singal Pasaribu/br Pardede, PPDB dinilai semakin solid, kompak, dan mampu menjadi rumah besar yang merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun domisili. Sosok beliau dikenal rendah hati, bijaksana, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap seluruh anggota punguan.
“Kepemimpinan Bapak Singal Pasaribu/br Pardede bukan hanya meninggalkan jejak yang baik dalam organisasi, tetapi juga menjadi teladan yang sangat layak dicontoh. Kerendahan hati, ketulusan, dan semangat merangkul seluruh anggota menjadi kekuatan utama yang membuat PPDB semakin besar dan dihormati,” ujar salah satu anggota PPDB yang hadir dalam acara tersebut.
Selama periode kepengurusannya, berbagai program sosial, penguatan kekeluargaan, hingga pembinaan generasi muda terus dilakukan secara konsisten. Tidak heran jika PPDB saat ini dikenal sebagai salah satu punguan keluarga besar Batak yang memiliki solidaritas tinggi dan hubungan emosional yang kuat antaranggotanya.
Acara periodisasi pengurus juga menjadi momentum estafet kepemimpinan kepada Ketua Umum PPDB yang baru, Timbul Pasaribu bersama br Hutajulu dan seluruh jajaran pengurus baru.
Harapan besar pun disampaikan kepada kepengurusan yang baru agar mampu melanjutkan semangat persatuan dan membawa organisasi semakin maju, modern, serta tetap menjaga nilai-nilai adat dan kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi utama PPDB.
“Selamat bertugas kepada Ketua dan seluruh jajaran pengurus PPDB yang baru Ir. Timbul M. Pasaribu/Br. Hutajulu. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, membawa PPDB semakin maju, tetap solid, dan terus menjaga rasa kekeluargaan yang telah terjalin dengan sangat baik selama ini,” ungkap sejumlah tokoh dan anggota PPDB dalam acara tersebut.
Momen Bona Taon ini juga menjadi bukti bahwa PPDB bukan sekadar organisasi marga, melainkan wadah pemersatu yang mampu menghadirkan rasa nyaman, kekuatan persaudaraan, dan kepedulian antarsesama anggota keluarga besar Pasaribu Dohot Boruna.
Kebersamaan yang terbangun selama bertahun-tahun terlihat begitu kuat dalam setiap rangkaian acara. Tawa, haru, doa, dan semangat persatuan menyatu menjadi satu ikatan emosional yang sulit tergantikan. Banyak anggota mengaku bangga menjadi bagian dari PPDB karena organisasi ini dinilai mampu menjaga nilai-nilai budaya Batak sekaligus membangun solidaritas yang nyata di tengah perkembangan zaman.
Dengan suksesnya pelaksanaan Bona Taon dan periodisasi kepengurusan tahun 2026 ini, keluarga besar PPDB optimistis organisasi akan terus berkembang menjadi semakin kuat, harmonis, dan bermanfaat bagi seluruh anggota di mana pun berada.
“PPDB selalu di hati kita bersama,” menjadi kalimat yang menggema penuh makna di akhir acara, menandakan bahwa ikatan persaudaraan keluarga besar Pasaribu Dohot Boruna akan terus hidup dan terjaga lintas generasi. ***








