Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur. Pemerintah, kata dia, turut berbelasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tentunya kita semua turut berduka atas insiden kecelakaan kereta api tadi malam. Kita mendoakan para korban semoga husnul khotimah dan seluruh amal kebaikannya diterima,” ujar AHY dalam keterangannya.
AHY juga memaparkan data terbaru terkait jumlah korban. Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia, sementara 88 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Update sampai dengan jam 3 sore tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk tiga korban yang sebelumnya terjepit berhasil dievakuasi dan saat ini masih dalam penanganan medis,” jelasnya.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa fokus utama tim gabungan di lapangan saat ini adalah melakukan evakuasi dan pembersihan sisa-sisa bangkai kereta guna mempercepat pemulihan jalur rel. Salah satu perhatian utama adalah proses pengangkatan gerbong yang mengalami kerusakan paling parah.
“Tadi saya melihat langsung di Stasiun Bekasi Timur, masih diupayakan agar sore ini gerbong yang kondisinya paling parah yakni gerbong khusus wanita KRL dapat segera diangkat dari rel,” ungkapnya.
Pemerintah menargetkan proses evakuasi dan pengecekan keselamatan dapat rampung secepatnya, sehingga operasional kereta api di lintasan tersebut bisa kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
“Kita harapkan setelah proses pengangkatan dan pengecekan keamanan selesai, perjalanan kereta api bisa kembali beroperasi secara normal,” pungkas AHY. (Sof/Red)









