Home / Daerah / Surat ke DPRD Tak Digubris, Warga Kali Baru Minta Gubernur Jabar Tertibkan Pabrik Baja di Permukiman

Surat ke DPRD Tak Digubris, Warga Kali Baru Minta Gubernur Jabar Tertibkan Pabrik Baja di Permukiman

Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Keresahan warga Perumahan Taman Tytyan Indah, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, kian memuncak. Mereka mengeluhkan aktivitas sebuah pabrik konstruksi baja yang beroperasi di tengah kawasan permukiman dan menimbulkan kebisingan tinggi setiap hari.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh advokat Peradi Kota Bekasi, Sinta L. Lumbangaol, SH, MH, yang juga merupakan warga setempat. Ia bahkan meminta bantuan kepada ajudan Gubernur Jawa Barat untuk menyampaikan kondisi ini kepada Dedi Mulyadi agar segera mendapat perhatian serius.

Menurut Sinta, suara bising dari mesin gerinda besi yang digunakan pabrik sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama karena lokasi pabrik berada tepat di lingkungan perumahan, bukan kawasan industri.

“Ini perumahan, bukan kawasan industri. Tapi aktivitasnya seperti pabrik besar, dengan suara bising yang sangat mengganggu,” ujar Sinta.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali berupaya menempuh jalur resmi. Bahkan, Kementerian Sekretariat Negara disebut telah menganjurkan agar bangunan pabrik tersebut dibongkar. Namun, hingga kini aktivitas pabrik masih terus berjalan kucing – kucingan.

Tak hanya itu, Sinta mengaku telah melayangkan surat kepada Komisi II DPRD Kota Bekasi, meminta agar bangunan tersebut ditertibkan. Namun, ia menilai tidak ada tindak lanjut yang signifikan.

“Seolah tidak digubris. Padahal ini menyangkut kenyamanan dan ketertiban lingkungan warga,” tegasnya.

Pabrik tersebut diketahui milik Sudiono, yang disebut juga menjabat sebagai Sekretaris RT setempat. Sinta menilai terdapat kejanggalan karena bangunan yang sebelumnya disebut hanya sebagai kantor dan kontrakan, nyatanya digunakan untuk aktivitas industri.

Warga pun mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai belum mengambil langkah tegas. Bahkan, muncul dugaan adanya pembiaran oleh pihak terkait, termasuk terhadap kepemimpinan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

“Warga bertanya-tanya, ada apa hingga tidak ada tindakan tegas? Padahal dampaknya sudah sangat jelas dirasakan,” tambahnya.

Upaya konfirmasi kepada pemilik pabrik maupun pihak Pemerintah Kota Bekasi hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil. Pihak terkait disebut sulit ditemui dengan berbagai alasan.

Warga berharap, melalui perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, persoalan ini dapat segera diselesaikan, termasuk kemungkinan pembongkaran bangunan pabrik yang dinilai melanggar peruntukan kawasan. (Pas/Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *