“Forum Wartawan Peduli Lingkungan (FWPL) menyoroti kondisi darurat sampah di Kota Bekasi menyusul terganggunya operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu akibat hujan yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa waktu terakhir. FWPL menilai krisis ini bukan sekadar dampak cuaca, melainkan bukti kegagalan perencanaan dan lemahnya tata kelola lingkungan oleh Pemerintah Kota Bekasi.”
Bekasi, sidikbangsa.com – Ketua FWPL, Ade Muksin, menegaskan bahwa hujan merupakan peristiwa rutin tahunan yang seharusnya sudah diantisipasi dalam sistem pengelolaan sampah kota.
“Hujan bukan kejadian luar biasa. Jika TPA sampai longsor, akses tertutup, dan operasional lumpuh, itu menandakan ada kelalaian sistemik. Ini bukan situasi mendadak, tapi akumulasi dari buruknya perencanaan dan mitigasi risiko,” ujar Ade Muksin, Minggu (18/01/2026).
Ade menambahkan, persoalan overkapasitas TPA Sumur Batu bukan isu baru dan telah berulang kali disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. Namun, hingga kini belum terlihat langkah strategis yang benar-benar menyentuh akar persoalan, terutama dalam pengurangan sampah dari hulu, optimalisasi pengolahan, serta penguatan infrastruktur persampahan.
“Yang paling dirugikan adalah masyarakat. Sampah menumpuk di lingkungan permukiman, pengangkutan tersendat, dan potensi gangguan kesehatan meningkat. Ini menyangkut pelayanan dasar yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah,” tegasnya.
FWPL menilai, kondisi darurat sampah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan publik, tetapi juga mencerminkan rendahnya akuntabilitas kebijakan lingkungan hidup di Kota Bekasi. Pemerintah daerah didorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan TPA, penggunaan anggaran persampahan, serta arah kebijakan jangka menengah dan panjang.
“Jika pemerintah hanya merespons dengan langkah-langkah darurat tanpa pembenahan struktural, krisis ini akan terus berulang setiap musim hujan. Bekasi membutuhkan kepemimpinan lingkungan yang tegas, terukur, dan berkelanjutan, bukan sekadar reaksi sesaat,” kata Ade.
Sebagai informasi, Forum Wartawan Peduli Lingkungan (FWPL) merupakan wadah jurnalis lintas media yang fokus pada isu lingkungan hidup, kebijakan publik, dan keberlanjutan. FWPL aktif melakukan advokasi, edukasi publik, serta pengawasan kebijakan lingkungan agar sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
FWPL mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk segera mengambil langkah konkret, transparan, dan terukur agar persoalan sampah tidak terus menjadi krisis tahunan yang merugikan publik dan mencoreng tata kelola lingkungan perkotaan. (Red)









