Home / Pendidikan / Ratusan Murid di Garut Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman

Ratusan Murid di Garut Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman

GARUT — Sidikbangsa.com – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas perundungan terus diperkuat oleh pemerintah. Ratusan murid SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, secara resmi mendeklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kamis (8/1/2026).

Deklarasi ini menjadi simbol komitmen kolektif seluruh warga sekolah untuk membangun budaya saling menghormati, memperkuat empati, serta menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan di lingkungan satuan pendidikan. Gerakan tersebut juga dirancang sebagai ruang pembelajaran sosial bagi murid agar mampu menjalin relasi yang sehat, setara, dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman secara fisik maupun psikologis bagi setiap anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter murid yang berakhlak mulia, bermental sehat, dan mampu hidup rukun dalam keberagaman.

“Pembiasaan nilai-nilai kebaikan harus dilakukan secara konsisten melalui aktivitas keseharian di sekolah. Inilah yang menjadi ruh dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang bertujuan membentuk karakter kuat, tangguh, serta berkepribadian luhur,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Gerakan Rukun Sama Teman selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menumbuhkan budaya sekolah positif, di mana murid tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek dan pelaku utama perubahan. Melalui gerakan ini, murid didorong untuk aktif menjaga suasana belajar yang kondusif, saling mendukung, serta berani menolak perilaku negatif di lingkungan sekolah.

Selain deklarasi gerakan, Mendikdasmen juga meresmikan 31 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Garut yang telah selesai direvitalisasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025. Program tersebut mencakup perbaikan sarana dan prasarana sekolah guna mendukung proses belajar yang lebih aman, nyaman, dan bermutu.

Revitalisasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat implementasi gerakan sekolah ramah anak. Dengan fasilitas yang layak dan lingkungan yang tertata, sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang murid secara optimal, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Sejumlah murid yang mengikuti kegiatan deklarasi mengaku antusias dan termotivasi. Mereka menilai Gerakan Rukun Sama Teman memberikan semangat baru untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama teman, meningkatkan rasa saling percaya, serta menciptakan suasana sekolah yang lebih menyenangkan.

Pemerintah berharap, gerakan ini tidak berhenti pada deklarasi semata, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan. Dengan kolaborasi antara murid, guru, orang tua, dan pemerintah, budaya sekolah yang rukun, aman, dan bebas perundungan diyakini dapat terwujud di berbagai daerah di Indonesia.(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *