Jakarta, sidikbangsa.com – Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya selama 21 bulan masa kepemimpinan. Mulai dari klaim swasembada pangan dan energi, percepatan program unggulan, hingga berbagai kebijakan transformatif yang disebut telah dijalankan pemerintah.
Meski mengakui masih banyak persoalan bangsa yang belum tuntas, Prabowo optimistis perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen pada akhir 2026.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dalam pidato kenegaraan keduanya sebagai presiden, Prabowo menyebut pemerintah telah menetapkan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari sejak dirinya dilantik.
“Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari,” kata Prabowo.
Menurutnya, kecepatan mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. Ia menegaskan mandat rakyat bukan untuk mencari alasan atas persoalan yang terjadi, melainkan menghadirkan solusi.
“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan rakyat,” tegasnya.
Ekonomi Tumbuh, Target 6 Persen
Dalam sektor ekonomi, Prabowo menyoroti pertumbuhan nasional yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Dengan berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi dapat menembus 6 persen hingga akhir tahun.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” ujarnya.
Target tersebut menjadi bagian dari ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada akhir masa pemerintahan pada 2029.
Namun, Prabowo menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir.
“Bagi saya, pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan saya adalah kesejahteraan rakyat,” katanya.
Ia menekankan setiap investasi harus berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Klaim Swasembada Pangan dan Energi
Di sektor pangan, Prabowo menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada terhadap delapan komoditas, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Sementara di sektor energi, pemerintah mulai menjalankan program biodiesel B50, yang merupakan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit dengan solar.
Prabowo juga menyebut Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut, menurutnya, berpotensi menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar US$9,5 miliar.
Meski demikian, Presiden mengakui perjalanan pemerintahannya masih panjang dan belum seluruh persoalan bangsa dapat diselesaikan.
“Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” ucapnya.
Program Unggulan Jadi Sorotan
Prabowo turut memaparkan perkembangan sejumlah program unggulan pemerintah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program utama yang terus dijalankan. Pemerintah juga mendorong pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja.
Prabowo menyebut sekitar 10.000 koperasi telah beroperasi. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 30.000 koperasi yang beroperasi optimal pada akhir 2026.
Di bidang kesehatan, pemerintah menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau jutaan masyarakat.
Sedangkan di sektor pendidikan, pemerintah mengembangkan Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi pelajar di berbagai daerah.
Tambang Ilegal Ditertibkan
Penertiban aktivitas pertambangan ilegal juga menjadi bagian dari capaian yang disampaikan Presiden.
Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menertibkan pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan manfaatnya bagi negara.
Selain itu, pemerintah memastikan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dapat beroperasi penuh pada September.
DSI diproyeksikan menjadi perusahaan ekspor yang dikendalikan negara dan berfungsi memusatkan penjualan sejumlah komoditas strategis ke pasar internasional, termasuk minyak sawit mentah (CPO), batu bara, dan ferroalloy. Entitas tersebut berada di bawah badan pengelola investasi Indonesia, Danantara Indonesia.
Prabowo: Pembangunan Bukan Kerja Presiden Seorang Diri
Pidato kenegaraan tersebut dihadiri sekitar 1.200 undangan, mulai dari anggota parlemen, mantan presiden dan wakil presiden, para menteri hingga duta besar.
Mantan Presiden Joko Widodo turut hadir dalam sidang tersebut.
Prabowo juga menghadirkan delapan tamu khusus yang mewakili kelompok masyarakat penerima manfaat berbagai program pemerintah, termasuk petani dan pelajar.
Di tengah berbagai capaian yang dipaparkan, Prabowo mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah pusat.
“Pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden seorang diri. Republik ini dibangun oleh kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Setelah pidato kenegaraan, Prabowo dijadwalkan kembali menyampaikan pidato di parlemen untuk memaparkan Rancangan APBN 2027.
Pidato tersebut sekaligus menjadi panggung bagi pemerintah untuk menunjukkan arah kebijakan ekonomi dan pembangunan Indonesia di tengah target pertumbuhan 6 persen pada 2026 dan ambisi mencapai pertumbuhan 8 persen pada 2029. (Red)










