Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Proyek pekerjaan jalan dan pemasangan U-Ditch di Jalan Caringin, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menuai sorotan warga. Pekerjaan yang merupakan satu paket proyek jalan dan drainase itu dinilai menyisakan sejumlah kejanggalan di lapangan.
Pantauan di lokasi, pemasangan U-Ditch terlihat lebih tinggi sekitar 30 sentimeter dari permukaan jalan eksisting. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terkait perencanaan teknis dan dampaknya terhadap akses kendaraan maupun aliran air saat hujan.
Tak hanya itu, proyek yang menyerap anggaran lebih dari Rp3,4 miliar tersebut juga tidak dilengkapi papan informasi proyek. Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber anggaran maupun detail pekerjaan yang sedang berlangsung. Selain itu, di lokasi juga tidak terlihat adanya direksi keet (bedeng proyek) sebagaimana lazimnya proyek pemerintah.
Salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, mengakui tidak terdapat direksi keet di area pekerjaan. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek jalan dan U-Ditch ini ditenderkan pada Januari 2026 dengan nilai penawaran pemenang tender lebih dari Rp3,4 miliar. Pemenang tender diketahui adalah PT. Derpindo Prima Jaya yang beralamat di Jakarta Timur. Namun, muncul dugaan pekerjaan sudah berjalan meski kontrak belum sepenuhnya ditandatangani.

Selain itu, hasil investigasi di lapangan juga menemukan indikasi bahwa pemasangan U-Ditch diduga tidak menggunakan lantai kerja (lean concrete) sebagaimana standar teknis konstruksi drainase pada umumnya. U-Ditch disebut langsung dipasang tanpa dasar lantai kerja yang memadai.
Sorotan pun mengarah pada pengawasan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab. Sejumlah pihak mempertanyakan sejauh mana monitoring dilakukan terhadap progres dan kualitas pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, Idi Susanto, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi terkait pelaksanaan proyek tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapat respons.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terbuka terkait proyek ini, termasuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan aturan yang berlaku. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci agar proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (Red)









