Home / Internasional / Pengakuan Pentagon: Drone Kamikaze Iran Jadi Mimpi Buruk Pertahanan Udara AS

Pengakuan Pentagon: Drone Kamikaze Iran Jadi Mimpi Buruk Pertahanan Udara AS

Washington, sidikbangsa.com – Pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mengakui bahwa drone serang satu arah (kamikaze) tipe Shahed‑136 drone milik Iran menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan udara Amerika Serikat.

Pengakuan itu disampaikan dalam pengarahan tertutup kepada anggota Kongres di Capitol Hill yang dipimpin Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Gabungan Kepala Staf Dan Caine. Mereka menjelaskan bahwa drone Shahed yang terbang rendah dan lambat justru lebih sulit dideteksi serta dicegat dibanding rudal balistik.

Dalam paparan tersebut, pejabat militer AS mengakui tidak semua drone dapat diintersepsi oleh sistem pertahanan udara yang ada. Karakteristik “low and slow” membuat drone tersebut lebih mudah menghindari radar serta sistem pertahanan konvensional.

Meski demikian, pemerintah AS berupaya meredakan kekhawatiran dengan menyebut bahwa sekutu di kawasan Teluk telah menimbun rudal pencegat untuk membantu menghadapi serangan drone Iran.

Pejabat Washington juga menegaskan bahwa tujuan operasi militer terhadap Iran adalah melemahkan kemampuan rudal dan angkatan laut Teheran, menggagalkan ambisi nuklirnya, serta menghentikan dukungan kepada kelompok militan di kawasan bukan secara langsung mendorong perubahan rezim.

Di sisi lain, sejumlah anggota parlemen AS mengingatkan bahwa konflik berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan. Selain tantangan menghadapi serangan drone murah dalam jumlah besar, muncul pula kekhawatiran bahwa stok rudal pencegat Amerika tidak tak terbatas sementara Iran memiliki cadangan drone dan rudal yang besar.

Situasi ini membuat perang teknologi drone menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam eskalasi konflik antara Washington dan Teheran saat ini. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *