Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Pemerintah Kota Bekasi mulai “tancap gas” dalam belanja program pembangunan sejak awal tahun 2026. Sejumlah proyek fisik strategis sudah dilelang lebih awal, yakni sejak Desember 2025, dan dijadwalkan mulai dikerjakan di lapangan pada pekan ketiga Januari ini.
Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk menghindari terulangnya kinerja tahun 2025 yang dinilai tersendat, terutama dalam hal penyerapan anggaran pembangunan. Pemkot Bekasi kini menargetkan pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dan terukur sejak awal tahun anggaran.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan pekerjaan fisik pada tahun anggaran 2026 tidak lagi menunggu lama seperti tahun sebelumnya.
“Januari ini kita sudah bisa langsung eksekusi di lapangan. Paling lambat akhir Januari sudah mulai di beberapa titik,” ujar Idi.
Ia menjelaskan, seluruh proses lelang paket pekerjaan fisik yang bersumber dari APBD murni 2026 ditargetkan rampung paling lambat Maret. Dengan demikian, setelah proses administrasi selesai, DBMSDA dapat langsung memfokuskan energi pada pengerjaan fisik di lapangan.
“Target kami, seluruh pekerjaan fisik yang bersumber dari APBD murni sudah selesai pada Oktober. Setelah itu tinggal melanjutkan pekerjaan yang bersumber dari anggaran perubahan,” jelasnya.
Idi tidak menampik bahwa realisasi belanja pembangunan pada tahun 2025 menjadi sorotan banyak pihak karena dinilai berjalan lebih lambat dari target. Kondisi tersebut bahkan turut menjadi perhatian pemerintah pusat yang kini mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan.
“Sekarang ada arahan dari pusat untuk percepatan, dan itu sudah kami respons dengan memulai lelang lebih awal dan menyiapkan eksekusi sejak Januari,” katanya.
Meski sempat menuai kritik, Idi menyebut serapan belanja DBMSDA pada akhir tahun 2025 tetap berada di kisaran 90 persen. Pada tahun 2026 ini, DBMSDA menargetkan kinerja penyerapan anggaran dapat kembali menembus angka di atas 90 persen, sebagaimana capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
Percepatan belanja dan pengerjaan fisik sejak awal tahun diharapkan tidak hanya meningkatkan serapan anggaran, tetapi juga mempercepat manfaat pembangunan infrastruktur bagi masyarakat Kota Bekasi. (Red)









