“Parung Panjang Bangkit Tanpa Truk Tambang: Dari Kawasan Lintas Berat Menjadi Destinasi Wisata Baru Jabodetabek.”
Bogor, sidikbangsa.com – Parung Panjang tengah mengalami perubahan besar. Wilayah yang selama bertahun-tahun identik dengan lalu lintas truk tambang kini mulai menunjukkan wajah barunya. Tanpa deru kendaraan berat, Parung Panjang perlahan menjelma menjadi kawasan yang lebih nyaman, hidup, dan penuh potensi.
Perubahan signifikan itu terlihat jelas pada momen libur panjang Tahun Baru 2026. Saat truk-truk tambang tidak melintas dan kondisi jalan utama Parung Panjang telah rampung diperbaiki, kawasan ini mendadak ramai oleh ribuan warga Jabodetabek. Jalanan yang lebih mulus dan aman membuat Parung Panjang menjadi destinasi liburan alternatif yang diminati.
Tak hanya sekadar tempat singgah, ekosistem wisata di Parung Panjang mulai terbentuk. Kafe, tempat makan, hingga destinasi wisata lokal tumbuh pesat. Aneka kuliner khas dan kekinian memanjakan lidah para pengunjung, sementara kawasan perumahan kelas menengah terus menjamur, menandai meningkatnya daya tarik wilayah ini sebagai tempat tinggal.
Berbatasan langsung dengan Provinsi Banten dan berdekatan dengan Tangerang, Parung Panjang dinilai memiliki posisi strategis. Potensi besar inilah yang disorot langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Di hadapan para pengusaha tambang, ia menegaskan kecintaannya terhadap Parung Panjang dan masa depan kawasan tersebut.
“Parung Panjang memiliki segudang potensi. Dari sisi kewilayahan, tidak jauh dengan Tangerang, potensi untuk perumahan, dan lain-lain,” kata Rudy Susmanto di Pendopo Bupati Bogor, sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Menurut Rudy, sudah tidak tepat jika Parung Panjang terus dijadikan jalur lintasan utama truk-truk tambang dalam jangka panjang. Aktivitas tersebut dinilai menghambat pengembangan wilayah dan mengorbankan kenyamanan serta keselamatan warga.
Ia menilai, dengan strategi yang tepat dari Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Parung Panjang bisa berkembang jauh lebih optimal. Oleh karena itu, pembangunan jalan khusus tambang menjadi solusi yang tak terelakkan.
“Harus ada jalan khusus untuk angkutan barang dan angkutan tambang. Ini yang kami persiapkan. Jalan angkutan khusus tambang tidak berbayar karena bukan jalan tol,” tegas Rudy Susmanto.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun telah menyiapkan langkah konkret. Rudy memastikan anggaran pembebasan lahan untuk jalan khusus tambang telah dialokasikan dalam APBD 2026 dan harus tuntas tahun ini.
“Di 2026 anggarannya sudah ada pembebasan lahan sepanjang 12 kilometer. Jalan ini kita khususkan untuk angkutan barang dan tambang,” paparnya.
Dengan rencana tersebut, aktivitas pertambangan tetap bisa berjalan optimal tanpa mengganggu kehidupan warga. Sementara itu, Parung Panjang berpeluang besar berkembang sebagai kawasan hunian, wisata, dan ekonomi baru di perbatasan Jawa Barat dan Banten sebuah transformasi yang dulu mungkin sulit dibayangkan. (Red)









