Home / Nasional / Jejak Nusantara Raya: 6 Negara Maju yang Pernah Masuk Wilayah Kekuasaan Kerajaan di Indonesia

Jejak Nusantara Raya: 6 Negara Maju yang Pernah Masuk Wilayah Kekuasaan Kerajaan di Indonesia

 Jakarta, sidikbangsa.com – Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi identitas kuat bangsa, menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu.

Namun, tahukah Anda bahwa pada masa lalu, cakupan budaya dan wilayah Nusantara sejatinya jauh lebih luas dibandingkan sekarang? Sejumlah negara tetangga yang kini berdiri sebagai negara berdaulat dan bahkan tergolong maju, ternyata pernah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan besar yang berpusat di Indonesia.

Berikut enam negara yang secara historis memiliki keterkaitan erat dengan kekuasaan kerajaan Nusantara:

1. Singapura

Singapura pada masa lampau dikenal dengan nama Temasek, Tumasik, atau Kota Laut (Sea Town). Letaknya yang strategis menjadikannya pusat perdagangan penting di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan Jurnal Lektur Keagamaan berjudul Tumasik: Sejarah Awal Islam di Singapura (1200–1511 M), wilayah ini pernah berada di bawah pengaruh beberapa kekuatan besar, mulai dari Kerajaan Sriwijaya hingga akhir abad ke-13, Majapahit pada abad ke-14, Kerajaan Ayutthaya (Thailand) pada abad ke-15, serta Kesultanan Malaka hingga direbut Portugis pada 1511.

2. Malaysia

Sejumlah sejarawan mencatat bahwa wilayah Malaysia pernah menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar dalam sejarah Nusantara.

Penaklukan wilayah tersebut terjadi pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa. Dengan armada laut yang kuat dan jaringan dagang luas, Sriwijaya menjelma menjadi pusat perdagangan internasional sekaligus pusat penyebaran agama dan kebudayaan, sehingga kerap disebut sebagai embrio Nusantara di masa lampau.

3. Filipina

Tak banyak diketahui, Filipina diyakini pernah masuk dalam pengaruh Kerajaan Majapahit. Beberapa ahli sejarah menyebut penaklukan wilayah ini terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, ketika Majapahit berada di puncak kejayaannya.

Ambisi besar sang raja bersama Patih Gadjah Mada menjadikan Majapahit sebagai imperium besar, dengan wilayah kekuasaan yang membentang dari Nusantara, Semenanjung Malaya, hingga Filipina.

4. Kamboja

Jejak pengaruh Nusantara juga tercatat di Kamboja. Kerajaan Sriwijaya disebut pernah memiliki pengaruh kuat di wilayah ini.

Catatan tersebut berasal dari pendeta Tiongkok I Tsing, yang singgah dan mendokumentasikan kejayaan Sriwijaya. Luasnya wilayah kekuasaan Sriwijaya memudahkan kerajaan ini menguasai jalur perdagangan rempah dan komoditas bernilai tinggi seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkih, pala, hingga kapulaga.

5. Timor Leste (Timor Timur)

Hubungan Indonesia dan Timor Timur memiliki sejarah panjang dan kompleks. Wilayah ini dijajah Portugal sejak abad ke-16 dan dikenal sebagai Timor Portugis hingga 1975.

Pada 1976, Timor Timur resmi menjadi provinsi ke-27 Indonesia. Namun, dinamika politik dan aspirasi rakyat setempat berujung pada referendum 1999 yang digelar di era Presiden BJ Habibie. Hasilnya, mayoritas rakyat memilih merdeka, dan Timor Timur resmi menjadi negara Timor Leste.

6. Brunei Darussalam

Wilayah Brunei Darussalam juga memiliki keterkaitan sejarah dengan Nusantara. Sejumlah pemukiman di Teluk Brunei disebut sebagai Vijayanegara, menandakan pengaruh Sriwijaya di kawasan tersebut.

Selain itu, Brunei tercantum dalam kitab Negarakretagama yang ditulis pada 1365. Dalam kitab tersebut, Brunei disebut sebagai Buruneng, wilayah yang berada di bawah pengaruh Majapahit setelah Patih Gadjah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa.

Warisan Sejarah Nusantara

Fakta-fakta sejarah ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui kerajaan-kerajaan besarnya, pernah memainkan peran sentral dalam peradaban Asia Tenggara. Warisan tersebut menjadi bukti kuat bahwa Nusantara bukan sekadar wilayah kepulauan, melainkan pusat kebudayaan, perdagangan, dan kekuatan maritim dunia pada masanya.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap sejarah besar Indonesia. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *