Beirut, sidikbangsa.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mengerahkan tambahan pasukan ke wilayah Lebanon Selatan menyusul rentetan serangan roket dan drone yang dilancarkan kelompok Hizbullah ke wilayah Israel.
Langkah militer tersebut diumumkan oleh Israel Defense Forces> (IDF) sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan di perbatasan sekaligus melindungi warga sipil Israel di kawasan utara.
Di saat yang sama, asap tebal terlihat mengepul dari sejumlah bangunan yang rusak di pinggiran selatan Beirut pada Selasa (3/3/2026), setelah serangan udara Israel kembali menggempur wilayah yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah untuk hari kedua berturut-turut.
Seorang pejabat Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan Israel dilaporkan melakukan penyusupan di beberapa titik di sepanjang wilayah perbatasan. Sementara itu, saksi mata menyebut tentara Lebanon mundur dari sedikitnya tujuh posisi operasi terdepan di garis perbatasan, mencerminkan meningkatnya tekanan di kawasan tersebut.
Di lokasi serangan, petugas tanggap darurat terlihat bekerja mengevakuasi korban serta membersihkan puing-puing bangunan dan kendaraan yang rusak akibat gempuran udara.
Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, dalam pengarahan daring menjelaskan bahwa pengerahan pasukan tambahan dilakukan semalaman dan bersifat defensif.
“Kami hanya berada di area perbatasan dalam posisi defensif untuk mencegah serangan terhadap warga sipil dan titik-titik yang sangat penting secara strategis,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa dirinya telah memberikan otorisasi kepada militer untuk memperluas posisi pasukan setelah Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel pada Minggu malam.
Militer Israel menyebutkan bahwa pasukan dari Divisi Regional ke-91 “Galilee” kini ditempatkan di sejumlah titik dekat perbatasan sebagai bagian dari penguatan postur pertahanan garis depan.
Pemerintah Israel juga mengungkapkan bahwa pasukannya kini ditempatkan lebih jauh ke wilayah Lebanon selatan, melampaui lima pos yang sebelumnya telah dikuasai, guna membentuk lapisan keamanan tambahan bagi warga di Israel utara.
Selain pengerahan pasukan darat, militer Israel juga mengonfirmasi telah melakukan sejumlah serangan terarah terhadap infrastruktur yang diduga milik Hizbullah di Lebanon.
Situasi di perbatasan Israel–Lebanon saat ini masih sangat tegang, dengan kekhawatiran konflik yang lebih luas dapat terjadi jika eskalasi militer terus berlanjut. (Red)









