Home / Ekonomi / Grand Mall Bekasi Gulung Tikar, Saksi Bisu Perubahan Wajah Ritel Kota Bekasi

Grand Mall Bekasi Gulung Tikar, Saksi Bisu Perubahan Wajah Ritel Kota Bekasi

Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Grand Mall Bekasi resmi menutup operasionalnya setelah bertahun-tahun menjadi salah satu pusat perbelanjaan dan hiburan favorit masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat. Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu mal legendaris yang pernah berjaya dan menjadi simbol modernisasi kawasan perdagangan di Bekasi.

Grand Mall Bekasi dibangun pada awal tahun 2000-an, di masa ketika geliat pembangunan kota tengah tumbuh pesat. Kehadirannya kala itu menjadi magnet baru bagi warga, menawarkan konsep pusat belanja modern dengan lokasi strategis, tenant yang lengkap, serta akses transportasi yang mudah dijangkau.

Pada masa kejayaannya, Grand Mall Bekasi selalu ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan musim libur panjang. Mall ini menjadi destinasi favorit warga untuk berbelanja, bersantap, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung mulai menurun. Munculnya pusat perbelanjaan baru dengan konsep lebih modern, ditambah perubahan perilaku belanja masyarakat urban Bekasi yang kini beralih ke mal tematik dan belanja daring, membuat Grand Mall kian terpinggirkan.

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh pandemi Covid-19 yang memukul sektor ritel. Banyak tenant memilih hengkang karena penurunan omzet, sehingga aktivitas di dalam mall perlahan meredup.

Salah seorang warga Bekasi, Budi, mengaku memiliki banyak kenangan bersama keluarganya di Grand Mall Bekasi.

“Dulu mall ini tempat favorit buat nonton, makan, dan belanja murah,” ujarnya mengenang masa-masa.

Hal senada disampaikan Ina, pengunjung lainnya. Ia mengatakan suasana Grand Mall Bekasi dahulu selalu hidup, terutama saat akhir pekan dan libur nasional.

“Sekarang rasanya sedih melihat bangunannya kosong tanpa aktivitas seperti dulu,” kata Ina saat ditemui di Bekasi.

Di sisi lain, pihak pengelola disebut mengalami kesulitan mempertahankan operasional akibat tingginya biaya perawatan, sementara pendapatan sewa dari tenant terus menurun. Tidak adanya renovasi besar juga membuat mall ini tertinggal jauh dibanding pusat perbelanjaan modern lainnya di kawasan perkotaan Bekasi.

Kini, bangunan Grand Mall Bekasi berdiri sepi, menunggu kepastian pemanfaatan kembali, baik oleh investor baru maupun pemerintah daerah setempat. Penutupan ini menjadi pengingat bahwa dinamika bisnis ritel terus berubah mengikuti perkembangan teknologi, gaya hidup, dan kebutuhan masyarakat modern. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *