Home / Daerah / Baznas Kota Bekasi Terobos Wilayah Terendam, Antar Makanan ke Warga yang Bertahan di Rumah

Baznas Kota Bekasi Terobos Wilayah Terendam, Antar Makanan ke Warga yang Bertahan di Rumah

Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi bergerak cepat merespons bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah. Tak hanya menyalurkan bantuan dari pos pengungsian, tim Baznas bahkan turun langsung menembus kawasan yang sulit dijangkau demi memastikan warga yang memilih bertahan di rumah tetap mendapatkan asupan makanan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons darurat terhadap kondisi lapangan, terutama di wilayah yang terdampak parah dan minim akses logistik. Baznas memprioritaskan titik-titik kritis berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi.

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Samsul, mengatakan salah satu wilayah yang menjadi fokus utama saat ini adalah Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, yang tercatat mengalami dampak banjir paling signifikan.

“Kami turun langsung ke beberapa titik untuk menemui warga yang tidak mau dievakuasi. Ada sekitar 150 nasi bungkus yang kami distribusikan ke Kampung Lebak dan wilayah Perjuang,” ujar Samsul saat ditemui di lokasi pengungsian, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, banyak warga yang memilih bertahan di rumah dengan berbagai alasan, mulai dari menjaga harta benda hingga keterbatasan akses menuju tempat pengungsian. Kondisi ini membuat distribusi bantuan harus dilakukan secara jemput bola.

Dapur Air untuk Jaga Kondisi Pengungsi

Selain menyalurkan makanan siap saji, Baznas Kota Bekasi juga menginisiasi pendirian ‘Dapur Air’ sejak Rabu (28/1/2026). Fasilitas ini berlokasi di Mushola Jamiatul Khair, yang saat ini menampung sekitar 80 warga pengungsi.

Melalui Dapur Air tersebut, para pengungsi bisa menikmati berbagai minuman hangat dan dingin secara gratis, mulai dari teh, kopi, hingga air mineral, guna menjaga stamina dan kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca ekstrem.

“Kami memfasilitasi minuman hangat dan dingin untuk para pengungsi di Mushola Jamiatul Khair agar kebutuhan cairan dan kenyamanan mereka tetap terjaga,” jelas Samsul.

Pilih Kolaborasi, Baznas Suplai Logistik Dinsos

Terkait keberadaan dapur umum, Samsul menegaskan bahwa Baznas memilih pola kolaborasi lintas instansi ketimbang mendirikan banyak dapur umum mandiri. Strategi ini dinilai lebih efektif dan efisien, mengingat keterbatasan sumber daya manusia.

Dalam skema tersebut, Baznas berperan sebagai pemasok logistik utama, sementara dapur umum dikelola oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi.

“Kami tidak membangun dapur umum sendiri dalam jumlah banyak, tapi memilih berkolaborasi. Kemarin kami sudah mendistribusikan sekitar 600 dus mi instan dan 600 karung beras untuk menyuplai kebutuhan dapur umum Dinsos,” ungkapnya.

Dengan pola ini, Dinsos bertugas mengolah bahan baku menjadi makanan siap saji, sementara Baznas memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak banjir di Kota Bekasi. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *