Jakarta, sidikbangsa.com – Lion Air Group mengalihkan (divert) sebanyak 20 penerbangan yang semula dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Banten, akibat hujan deras disertai jarak pandang terbatas yang melanda kawasan bandara pada Senin (12/1/2026) pagi.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pengalihan dilakukan terhadap penerbangan dari berbagai rute domestik maupun internasional demi menjamin keselamatan operasional penerbangan.
“Sebanyak 20 penerbangan Lion Air Group harus melakukan pengalihan pendaratan ke beberapa bandar udara alternatif karena kondisi cuaca di Bandara Soekarno-Hatta tidak memungkinkan untuk pendaratan yang aman,” ujar Danang dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Menurut Danang, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan jarak pandang (visibility) terbatas, sehingga pilot tidak dapat melihat landasan pacu secara optimal.
“Secara sederhana, jarak pandang yang terbatas membuat pilot tidak dapat melihat landasan dengan jelas. Dalam kondisi tersebut, pendaratan tidak bisa dilakukan secara aman, sehingga pilot memutuskan mendarat di bandara alternatif yang cuacanya lebih mendukung,” jelasnya.
Ia menegaskan, keputusan pengalihan pendaratan merupakan langkah tepat dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penerbangan yang berlaku.
“Dalam dunia penerbangan, keselamatan adalah prioritas utama. Pilot memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan terbaik demi melindungi pelanggan, awak pesawat, serta pesawat itu sendiri,” tegas Danang.
Lebih lanjut, Danang mengakui bahwa pengalihan pendaratan berdampak pada penyesuaian jadwal dan keterlambatan penerbangan lanjutan. Hal ini terjadi karena satu pesawat biasanya digunakan untuk melayani beberapa rute dalam satu hari atau dikenal dengan sistem rotasi pesawat.
“Ketika satu penerbangan tertunda atau dialihkan, maka penerbangan berikutnya yang menggunakan pesawat tersebut otomatis ikut terdampak,” paparnya.
Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan seluruh penumpang tetap mendapatkan layanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Daftar Penerbangan yang Mengalami Pengalihan Pendarata
Lion Air (JT)
• JT-241 rute Bandar Lampung – Jakarta (07.05 WIB) dialihkan ke Palembang
• JT-353 rute Padang – Jakarta (06.05 WIB) dialihkan ke Bandar Lampung
• JT-209 rute Medan Kualanamu – Jakarta (06.00 WIB) dialihkan ke Semarang
• JT-393 rute Pekanbaru – Jakarta (07.50 WIB) kembali ke bandara asal (return to apron)
• JT-713 rute Pontianak – Jakarta (11.45 WIB) dialihkan ke Batam
• JT-211 rute Medan Kualanamu – Jakarta (11.00 WIB) dialihkan ke Jambi
• JT-201 rute Medan Kualanamu – Jakarta (09.00 WIB) dialihkan ke Pangkalpinang
• Batik Air (ID)
• ID-7369 rute Semarang – Jakarta (07.00 WIB) dialihkan ke Bandar Lampung
• ID-6375 rute Solo – Jakarta (07.00 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
• ID-6885 rute Medan Kualanamu – Jakarta (06.35 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
• ID-6201 rute Pangkalan Bun – Jakarta (07.30 WIB) dialihkan ke Pangkalpinang
• ID-6863 rute Batam – Jakarta (07.00 WIB) dialihkan ke Jambi
• ID-6541 rute Kupang – Jakarta (07.05 WIB) dialihkan ke Solo
• ID-6561 rute Palu – Jakarta (07.00 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
• ID-6819 rute Bengkulu – Jakarta (07.10 WIB) dialihkan ke Semarang
• ID-7066 rute Pekanbaru – Jakarta (06.30 WIB) dialihkan ke Semarang
• Batik Air Malaysia (OD)
• OD-382 rute Kuala Lumpur – Jakarta (07.35 WIB) dialihkan ke Pekanbaru
• Super Air Jet (IU)
• IU-813 rute Padang – Jakarta (10.20 WIB) dialihkan ke Palembang
• IU-857 rute Batam – Jakarta (09.55 WIB) dialihkan ke Palembang (Redaksi)









