Beranda / Terpopuler / Kesaksian Hidup di Usia 84 Tahun: Kuasa Tuhan yang Nyata dalam Setiap Langkah

Kesaksian Hidup di Usia 84 Tahun: Kuasa Tuhan yang Nyata dalam Setiap Langkah

TH. Gibson Sirait SH

Selamat pagi, saudara-saudaraku, keluarga, dan sahabat yang saya kasihi di mana pun berada.

Nama saya TH Gibson Sirait, SH. Usia saya kini 84 tahun, dan saya tinggal di Perumnas 2, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Di usia yang tidak lagi muda ini, saya ingin berbagi sebuah kisah kehidupan bukan tentang kekuatan diri saya, melainkan tentang pertolongan Tuhan yang begitu nyata dan tidak pernah meninggalkan saya.

Pagi ini, tanggal 24, sekitar pukul 06.15 WIB, sebuah peristiwa kembali mengingatkan saya akan kasih dan kuasa-Nya. Saat itu saya sedang berolahraga, mengayuh sepeda di sekitar kawasan samping Mall BCP (Bekasi Ciber Park ). Udara pagi terasa segar, seperti biasa saya menikmati setiap kayuhan sebagai bentuk syukur atas kesehatan yang masih diberikan. Namun tiba-tiba, sebuah sepeda motor menabrak saya.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Dalam hitungan detik, tubuh saya terjatuh. Namun yang luar biasa, saya tidak mengalami luka serius sedikit pun. Tidak ada rasa sakit yang berarti, tidak ada cedera yang mengkhawatirkan. Di usia 84 tahun, kejadian seperti itu seharusnya bisa berakibat fatal. Tapi Tuhan berkata lain.

Ini bukan pertama kalinya saya mengalami kejadian serupa.

Sekitar dua tahun yang lalu, saya juga mengalami peristiwa yang hampir sama. Saat itu, di Jalan Kampung Dua, Kelurahan Jaka Sampurna, saya sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba sebuah mobil box menyerempet saya hingga saya terjatuh. Orang-orang di sekitar lokasi langsung berkerumun, membantu saya dengan penuh kepedulian. Namun sekali lagi, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Saya bangkit berdiri, tanpa luka berarti, dan dengan penuh rasa syukur saya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah menolong saya.

Mereka yang menyaksikan kejadian itu tampak tercengang. Bagi mereka, mungkin itu sebuah keajaiban. Bagi saya, itu adalah bukti nyata bahwa Tuhan masih memegang hidup saya.

Dua peristiwa ini menjadi pengingat yang sangat dalam bagi saya: hidup ini bukan semata karena kekuatan manusia, tetapi karena anugerah Tuhan. Di usia yang sudah lanjut ini, saya masih diberi kesempatan untuk bernapas, berjalan, bahkan bersepeda. Itu semua adalah kasih karunia.

Saya percaya, Tuhan belum selesai dengan hidup saya. Ia masih memberi waktu, memberi kesempatan, dan memberi nafas kehidupan untuk terus memuliakan nama-Nya.

Melalui kisah sederhana ini, saya ingin mengajak kita semua siapa pun dan di mana pun berada untuk tidak pernah berhenti bersyukur. Dalam setiap keadaan, baik suka maupun duka, Tuhan tetap setia. Bahkan di saat kita tidak menyadari, tangan-Nya tetap menjaga dan melindungi kita.

Mari kita terus memuji Tuhan, bukan hanya saat kita selamat dari bahaya, tetapi sepanjang hidup kita. Sebab kasih-Nya tidak pernah berkesudahan.

Puji Tuhan, kemuliaan hanya bagi-Nya, dari sekarang sampai selama-lamanya. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *