Home / Daerah / Kontraktor Dipusingkan Kabel Tanam Semrawut di Proyek Perbaikan Saluran Cipendawa Jatiasih, Diduga Tak Sesuai Standar

Kontraktor Dipusingkan Kabel Tanam Semrawut di Proyek Perbaikan Saluran Cipendawa Jatiasih, Diduga Tak Sesuai Standar

Kota Bekasi, sidkbangsa.com – Proyek perbaikan saluran air di kawasan Cipendawa, Jatiasih, Kota Bekasi, menghadapi kendala serius. Kontraktor pelaksana dibuat pusing dengan banyaknya kabel tanam yang ditemukan dalam kondisi semrawut dan diduga tidak memenuhi standar kedalaman penanaman.

Pekerja proyek yang ditemui di lokasi menyebutkan, saat proses penggalian baru mencapai kedalaman sekitar 90 sentimeter, sudah ditemukan sejumlah kabel berbagai jenis yang melintang di dalam jalur saluran.

“Baru digali sekitar 90 cm sudah banyak kabel. Kondisinya juga tidak tertata dan semrawut,” ujar salah satu pekerja di lokasi.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan teknis, standar kedalaman penanaman kabel seharusnya mencapai 150 sentimeter atau 1,5 meter dari permukaan tanah. Namun di lapangan, kabel-kabel tersebut ditemukan jauh lebih dangkal dari standar yang berlaku.

Kabel yang ditemukan diduga terdiri dari kabel telekomunikasi, kabel listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta jaringan utilitas lainnya. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan serta menghambat proses pekerjaan konstruksi.

Pihak kontraktor mengaku telah memanggil instansi dan pemilik jaringan terkait untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pemilik kabel juga mengakui bahwa standar kedalaman penanaman seharusnya 1,5 meter.

Akibat temuan tersebut, pekerjaan perbaikan saluran menjadi lebih hati-hati untuk menghindari kerusakan jaringan aktif yang masih berfungsi. Selain berisiko menimbulkan gangguan layanan, kerusakan kabel juga dapat membahayakan pekerja proyek.

Kontraktor menegaskan bahwa tanggung jawab perbaikan kabel yang terdampak berada pada masing-masing pemilik jaringan utilitas. Mereka berharap ke depan ada penataan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap penanaman kabel bawah tanah agar tidak menghambat proyek infrastruktur serta menjamin keselamatan kerja.

Proyek perbaikan saluran ini sendiri bertujuan meningkatkan kapasitas drainase guna mengurangi potensi genangan dan banjir di wilayah Cipendawa dan sekitarnya. Namun, persoalan kabel tanam yang tidak sesuai standar kini menjadi tantangan tambahan dalam penyelesaiannya. (Pas/Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *