Home / Daerah / Kapolres Metro Bekasi Kota Turun Langsung ke Lokasi Banjir Teluk Pucung, 500 Paket Sembako Dibagikan

Kapolres Metro Bekasi Kota Turun Langsung ke Lokasi Banjir Teluk Pucung, 500 Paket Sembako Dibagikan

Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota bergerak cepat merespons penderitaan warga yang terdampak banjir di kawasan Teluk Pucung, Bekasi Utara. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara tepat sasaran.

Aksi sosial bertajuk “Bakti Polri untuk Masyarakat” tersebut digelar di Kampung Lebak, RT 06 dan 07 RW 02, Kelurahan Teluk Pucung, Selasa lalu. Kapolres tidak sendiri. Ia didampingi jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi Kota, unsur TNI, BPBD, serta Baznas, menyisir sejumlah titik pengungsian warga.

Fokus Bantu Lansia dan Anak-anak

Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air masih cukup signifikan setelah merendam permukiman warga selama hampir tiga hari. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kesehatan warga, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan anak-anak.

“Kami hadir bersama TNI, pemerintah daerah, dan Baznas untuk memberikan dukungan logistik serta layanan kesehatan. Fokus kami memastikan kondisi fisik warga tetap terjaga di tengah situasi darurat ini,” ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro saat meninjau lokasi, Jumat (30/1/2026).

Sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada warga terdampak secara merata. Tak hanya itu, tim medis gabungan juga disiagakan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis. Sejumlah lansia dilaporkan mulai mengeluhkan gangguan kesehatan akibat kelelahan serta paparan air banjir yang berlangsung lama.

Dapur Umum Disiagakan, Keselamatan Jadi Prioritas

Tak berhenti pada bantuan logistik, Polres Metro Bekasi Kota turut memastikan kebutuhan pangan para pengungsi terpenuhi. Melalui koordinasi lintas instansi, dapur lapangan didirikan untuk menyediakan makanan bagi warga, mulai dari siang hingga sore hari.

Kusumo menegaskan, keselamatan jiwa warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana banjir ini. Menurutnya, sinergi seluruh elemen sangat penting agar penanganan berjalan cepat dan efektif.

“Keselamatan warga adalah harga mati. Sejak awal banjir, seluruh komponen langsung bergerak bersama untuk meminimalisir korban jiwa sekaligus mempercepat pemulihan kondisi masyarakat,” tegasnya.

Meski bantuan terus disalurkan, aparat gabungan tetap mengimbau warga agar waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di awal tahun 2026. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *