Jakarta, sidikbangsa.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan akan memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kebijakan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para almarhum selama bertugas di lingkungan KKP.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan saat membacakan amanat Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam upacara penghormatan dan pelepasan jenazah di Akademi Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).
“Bagi keluarga almarhum yang ditinggalkan, tentunya akan diberikan santunan sesuai ketentuan yang berlaku, serta anak almarhum akan diberikan beasiswa pendidikan,” ujar Didit.
Dalam kesempatan tersebut, Didit menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tiga korban kecelakaan, yakni Ferry Irawan, Yoga Naufal Prakoso, dan Kapten Andy Dahananto. Ia mendoakan agar para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Mari kita bersama-sama mendoakan semoga almarhum husnulkhatimah, diampuni segala dosa, dan diterima seluruh amal ibadahnya,” ucapnya.
Didit juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat tersebut. Menurutnya, upaya pencarian selama kurang lebih tujuh hari akhirnya berhasil menemukan seluruh korban.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Perhubungan, Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Basarnas, Kapolda, Panglima Kodam Hasanuddin, seluruh aparat, serta para relawan yang telah bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah,” katanya.
Upacara penghormatan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghargaan terakhir atas jasa dan pengabdian para korban selama mengabdi kepada negara melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Red)









