Home / Daerah / Kampung Legendaris di Tengah Jalan Ahmad Yani Surabaya Rata dengan Tanah, Flyover Rp400 Miliar Segera Dibangun

Kampung Legendaris di Tengah Jalan Ahmad Yani Surabaya Rata dengan Tanah, Flyover Rp400 Miliar Segera Dibangun

Surabaya, sidikbangsa.com – Kampung yang selama puluhan tahun berdiri di tengah Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kini resmi tinggal kenangan. Seluruh bangunan di kawasan tersebut telah diratakan sebagai tahap awal pembangunan flyover yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di salah satu simpul lalu lintas terpadat di Kota Pahlawan.

Pantauan di lokasi menunjukkan hampir seluruh bangunan kampung telah dirobohkan. Hanya tersisa satu bangunan yang masih berdiri, sementara puing-puing rumah tampak menggunung di beberapa titik. Alat berat dikerahkan untuk meratakan sisa bangunan, dibantu mobil pikap yang mengangkut material puing. Sejumlah pekerja terlihat sibuk membersihkan area yang sebelumnya padat oleh aktivitas warga.

Suasana yang dulu ramai oleh kehidupan masyarakat kini berubah drastis. Kampung yang menjadi fenomena unik karena berada tepat di tengah jalan protokol itu sekarang sunyi, digantikan aktivitas proyek dan para petugas yang bekerja membersihkan sisa pembongkaran.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa satu bangunan yang masih berdiri sengaja dipertahankan sementara untuk kebutuhan teknis proyek.

“Itu disisakan untuk direksi keet dan gudang satgas. Sebenarnya bisa juga dibongkar,” ujar Iman saat dihubungi, Senin (19/1/2026).

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa pembangunan flyover di Jalan Ahmad Yani merupakan prioritas untuk mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Menurutnya, proyek ini telah masuk dalam perencanaan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Insyaallah kemarin Kementerian PU sudah merencanakan. Karena simpul kemacetannya memang paling parah di sini,” kata Eri.

Pembangunan flyover dijadwalkan dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 400 miliar. Eri menegaskan, percepatan pembangunan menjadi kunci agar dampak kemacetan di kawasan selatan Surabaya dapat segera teratasi.

“Yang terpenting, pembangunan di titik ini bisa segera dilakukan sehingga kemacetan di simpul paling parah ini bisa terselesaikan,” jelasnya.

Terkait desain flyover, Pemkot Surabaya telah melakukan pembahasan intensif bersama Kementerian PU. Setelah desain final disepakati, pekerjaan fisik akan langsung dikebut.

Diketahui, pembongkaran kampung di tengah Jalan Ahmad Yani telah dimulai sejak akhir Agustus 2025. Terdapat 29 persil bangunan di kawasan tersebut, dengan total nilai ganti rugi sesuai hasil appraisal mencapai kurang lebih Rp 83 miliar. Pembongkaran ini menandai babak baru penataan infrastruktur Surabaya, sekaligus mengakhiri keberadaan kampung unik yang selama ini menjadi perhatian publik. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *